While You Were Sleeping

Inget nggak judul yang saya pasang ini? Cerita tentang seorang perempuan with no families yang menolong seorang pria yang koma kembali ke keluarganya, lalu keluarganya ngira perempuan ini tunangannya dan menyambutnya hangat. Nah, selama si cowok koma, ternyata si perempuan dan calon adik iparnya saling jatuh cinta.. While you were sleeping.

Tapi tulisan BUKA PUASA saya kali ini bukan tentang koma, tentang kebetulan, atau dongeng hollywood. Ini tentang suami saya. Ini bukan deretan kata cinta, rindu, puisi atau apalah. Ini murni yang berkecamuk dan bergejolak menggedor gedor di otak saya supaya memerintah jari saya untuk menuliskan mereka.

While you were sleeping, mas…

Siapa bilang kamu tidurnya cakep? JAUH. Kamu ngorok, kamu ngiler. Jelek, mas! Sumpah! Ngorok kamu super stereo yang sempat membuat saya mencari – cari headset karna saya nggak bisa tidur full music seperti itu. Inget kan? Di awal pernikahan ketika kita berantem malem – malem karena ngorok kamu kelewatan fals’nya.

Tapi setelah tujuh bulan hidup bareng kamu. Mau tidur liatin kamu, bangun ada kamu, dan hampir selalu tidur setelah kamu tidur, banyak yang menggeliat di benakku mas. Dan semua ini nongolnya ya while you were sleeping, pas kamu lagi ngorok dengan indahnya.

7 bulan pernikahan itu seumur jagung kalo kata orang. Tapi baguslah, kita lebih awet dari Kim Kardashian. Mau tau mas apa yang ada di pikiran saya? Masa depan pernikahan kita mas.

Dulu kita saling umbar kata cinta, sekarang kita saling ejek. Dulu kita saling memegang tangan dan itu bikin ser – seran, tapi sekarang kita sibuk saling serang upil. Dulu ‘everything I do I do it for you’, sekarang ‘jangan duduk doang bantuin dong!’ (persis omelan kamu kalo minta saya bantuin cuci baju). Dulu kepalaku dielus sayang, sekarang selain elusan itu juga ada jitakan.

Rutinitas cinta kita jauh berbeda ya mas dari waktu pacaran. Dulu money doesnt matter, sekarang beugh.. A BIG MATTER banget. Dulu BB nyelip aja rasanya kiamat, sekarang BB nyelip 2 hari aja bodo amat. Dulu saling bangunin tidur pake telpon, sekarang kita dorong – dorongan siapa yang mandi duluan biar bisa tidur lagi.

Mas, 10 atau 20 tahun lagi, mungkin ada rutinitas baru. Mungkin saya yang tadinya Cuma ngakak pasrah dingorokin, bakal cari cara tutup muka kamu pake bantal. Atau mungkin, kita yang tadinya seneng makan sepiring bareng karna males ambil piring ke-2, hanya akan duduk semeja, sibuk sendiri – diri dengan makanan dan gadget masing – masing.

Saya nggak lagi bisa janji I WILL ALWAYS LOVE YOU mas. Ah udah jauh itu. Nggak always mas. I will sometimes hate you. Saya mungkin banget banget bakal muak dengan lamanya kamu bertindak, begitu berhati – hatinya kamu mengambil tindakan, ketidaktegasan kamu, pengaturan uang kamu, dan banyak lagi.

Tapi mas, ini intinya. While you were sleeping, saya dalam hati bermunajat ke Alloh, apapun yang terjadi, di atas ataupun di bawah posisi kita nanti, sejelek dan sekeriput atau sebau apapun kita, semoga kita tetap saling ada untuk satu sama lain. Tidak mencari tujuan hati yang lain dan tetap saling menggantungkan harapan. Saya pasti akan terus cubitin, jitakin, omelin kamu sampe berpuluh – puluh tahun ke depan. Tapi saya janji sambil berharap mas, sasaran empuk itu akan tetap KAMU. Karna mungkin Cuma kamu dan semoga tetap kamu, satu diantara milyaran penduduk bumi yang bertahan dengan saya dan berpegang pada sholat ketika sabarmu habis dengan saya. I love you, mas. 

I'd Love to Read What You Think about this Post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s